"Kemarin anaknya pada dipanggil ke kamar, dia minta ditemani. Dia nangis kayak bocah (anak)," terang Iyem, pembantu rumah tangga Utha di rumah duka, di Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (13/9).
Sebagaimana diketahui, setelah menjalani operasi di Pekanbaru pada Juni lalu, kondisi Utha sempat membaik. Ia pun akhirnya dibawa pulang ke Ciputat, sambil rawat-jalan. "Waktu di rumah kondisinya membaik, makan mau, makan nasi, buah masih suka. Sempat ngeluh sakit badan pegal,"papar Iyem.
Namun, kondisi Utha kembali memburuk, hingga akhirnya dibawa ke RS. Fatmawati pada 8 September. "Setelah dua hari di ICU, dia minta pindah ke ruang perawatan. Akhir-akhir ini susah ngomong, nggak ingat semuanya, kadang ngomongnya benar, kalau nggakjelas, nggak bisa. Kalau nggak ngerti dia suka kesal," tuturnya.
Utha meninggal dunia pada Selasa (13/9) sekitar pukul 13.11 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sebelum meninggal, Utha dirawat di RS Fatmawati sejak Kamis (8/11). Utha menderita struk, yang sudah dialaminya sejak Juni lalu.
satu kata and view my blog in my blog



No comments:
Post a Comment